January 18, 2017

Please reload

Recent Posts

Field Trip ke Museum Air Tawar & Serangga, TMII

March 31, 2018

1/10
Please reload

Featured Posts

Panduan Tahapan Usia Anak - (Bagian 1)

December 27, 2016

Menjadi seorang anak bukanlah hal yang mudah. Tanpa kita sadari, banyak sekali hal-hal penting yang juga mereka harus lakukan. Secara alami hal tersebut tergantung dari tahap perkembangan usia mereka. Dengan memahami bagaimana perilaku yang wajar di setiap tahap usianya akan sangat  berguna bagi orang tua untuk membantu mereka dalam memberikan apa yang sesuai bagi kebutuhan anak-anak nya.

 

Terkadang kita sebagai orang dewasa saja masih rentan dalam menghadapi emosi, rasa sedih, stress dan lain-lain. Bahkan dengan berbagai pengalaman yang sudah kita lewati, dengan kapasitas otak kita yang telah seutuhnya berkembang dan bagaimana cara kita mempelajari sesuatu dari berbagai sudut pandang, tetap saja terkadang masih terasa sulit bagi kita dalam menghadapi persoalan-persoalan tersebut. Bayangkan apa rasanya jika ini dialami oleh anak-anak yang usianya masih kecil.

 

 

 

Dengan memahami persoalan apa yang sedang anak kita hadapi dan juga demi mencapai tujuan tumbuh kembangnya nantinya akan mempermudah kita bagaimana seharusnya menghadapi perilakunya. Tentunya akan lebih mudah lagi jika kita dapat memberikan mereka ruang dan dukungan yang diperlukan bagi mereka untuk melakukan apapun yang mereka mau. Tentu saja ini bukan berarti memberikan kebebasan mutlak tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam berperilaku, namun yang lebih ditekankan adalah bagaimana meresponnya dengan kebijaksanaan, memberikan arahan yang baik, dan bagaimana mengambil konsekuensi yang tepat.

 

Anda akan sering bertemu dengan kondisi dimana perilaku mereka yang sangat sulit diatur dan bagi kita sangat membingungkan, dan percaya atau tidak hal tersebut adalah benar-benar situasi yang normal dan momen tersebut merupakan tanda bahwa anak Anda sedang tumbuh berkembang dan mereka sedang berjalan melalui masa kanak-kanaknya sebagaimana tahapan usianya.

 

Bayi (0-12 Bulan):

  • Berbagai macam benda akan dimasukkan ke dalam mulutnya – dari tangan, kaki, makanan, mainan, sepatu, apapun bentuknya.

  • Jika mereka menangis, berarti ada sesuatu yang mereka butuhkan – tidur, gendong, lapar, minta diganti popoknya, dll. Mereka belum dapat berkomunikasi dengan kata-kata, mereka akan melakukannya dengan menangis, karena itu adalah cara paling efektif supaya membuatmereka didengarkan. Hal yang sangat menarik dalam tahapan usia ini adalah mereka tidak akan meminta lebih dari yang mereka butuhkan, cukup sesuai kebutuhannya.

  • Mereka waspada terhadap orang asing dan akan sedih ketika orang terdekatnya tidak berada di dekatnya.

  • Bayi akan sering menatap. Mereka menyukai ekspresi wajah dan akan terus menatap wajah-wajah dalam kehidupan nyata, dalam buku-buku, cermin, dll. Saat ini adalah saat dimana menatap orang lain terus menerus dapat diterima secara sosial - dan tentunya menggemaskan bagi yang ditatap oleh mereka.

 

Dukungan yang diperlukan

 

Bayi memiliki tugas penting – mereka akan mempelajari lingkungan beserta orang-orang di dalamnya dapat mereka percaya atau tidak. Mereka tidak begitu banyak memiliki kosakata namun mereka sangat ahli dalam memberikan sinyal jika sesuatu tidak berjalan dengan baik.

 

Perhatikan kebutuhan mereka dengan konsisten sehingga mereka dapat merasakan lingkungannya adalah tempat yang aman bagi mereka. Memberi nya makan ketika mereka lapar, menghibur nya ketika mereka merasa takut, memeluk mereka ketika mereka ingin bersama Anda. Ini akan menjadi dasar mereka dalam mengeksplorasi dunianya, mempelajari kemandiriannya dan kepercayaan dirinya dalam berhubungan dengan orang lain.

 

 

Umur 1-2 Tahun:

  • Akan berperilaku lebih interaktif.

  • Belum begitu memahami sebab akibat – mereka melihat dan melakukan suatu hal tanpa berpikir mengapa dan apa maksutnya. Sebagai contoh, saat mereka menggigit anak lain, itu bukan untuk menyakiti anak tersebut, saat mereka merebut mainan dari anak lain itu bukanlah untuk membuat anak lain merasa kesal/sedih.

  • Akan mengikuti rasa keingintahuannya salah satu nya dengan mencoba menarik barang dari tempatnya atau merobeknya dan melihat apa yang akan terjadi, atau melemparkan apapun ke lantai.

  • Belum seutuhnya dapat berbagi dengan orang lain.

  • Mulai memahami kepemilikan akan sesuatu, dan mulai memiliki kesadaran diri yang kuat.

  • 2 kata favoritnya antara lain, “Punya aku!” dan “Tidak!”.

  • 2 kata favorit yang mereka ingin dengar, “Punya aku!” dan “Tidak!”.

  • Mereka akan sering terbangun di malam hari.

  • Diakhir fase usia ini, keadaan jadi lebih menantang bagi para orang tua karena mereka mulai bereksperimen dengan berbagai hal. Dapat menjadi tantrum (ledakan emosi seperti menjerit-jerit, berteriak, dsb.) karena mereka merasa frustasi karena tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya karena belum sempurnanya kemampuan untuk berkomunikasi.

  • Tantrum juga bisa disebabkan karena pengalaman emosinya (frustrasi, marah, sedih, malu) yang mana disebabkan karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengucapkannya.

 

Dukungan yang diperlukan:

  • Batas perasaan mereka masih terlalu pendek, dalam arti mereka dengan cepat merasa kecewa. Caranya menghindarinya adalah dengan mengalihkan perhatian mereka dengan hal lain untuk mengarahkannya dari apa yang Anda tidak ingin mereka lakukan.

  • Bersikap sinyal positif saat mereka melakukan hal yang baik/benar, dan juga mulailah perlahan-lahan membuat mereka paham jika suatu hal itu tidak baik.

  • Abaikan hal-hal kecil. Ada begitu banyak hal yang dapat mereka pelajari, jadi jangan membebani mereka terlalu banyak. Biarkan mereka terbiasa dengan hal-hal yang penting terlebih dahulu.

  • Anak anda akan mulai memahami apa yang kamu tanyakan, namun jangan berharap terlalu banyak bahwa mereka akan melakukan hal yang anda minta. Tetap berikan pertanyaan dan diikuti dengan arahan, namun sama sekali jangan perlihatkan rasa kecewa anda jika yang mereka lakukan tidak sesuai dengan harapan anda.

  • Anak-anak telah mencoba melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki, oleh karena itu bersikap baik dan lembutlah ketika mengkoreksi kesalahan mereka. Jika Anda meminta terlalu banyak hal, dapat membuat anak menjadi kurang percaya diri.

  • Bantu mereka mengungkapkan perasaannya, seperti “Sedih ya adik kalau diminta untuk membereskan mainannya, padahal kamu masih ingin memainkannya..”

 

Umur 3 Tahun:

  • Mulai bereksperimen dengan kemandiriannya, dapat berakhir tantrum.

  • Ingin dapat lebih mengkontrol, juga dapat berakhir tantrum.

  • Akan mudah frustrasi saat kecewa akan suatu hal, juga dapat berakhir tantrum.

  • Tahap usia ini tingkat tantrum meningkat.

  • Sikap berubah-ubah antara ingin menjadi mandiri (“aku bisa” atau “aku saja”) namun juga ingin diperlakukan seperti anak kecil (“gendong aku” atau”ayah/ibu aja”).

  • Akan sering menggunakan kata “tidak”, walaupun yang ia maksut adalah “ya”. Beberapa hal kecil dapat diterima dan tidak, contohnya, ada anak yang hanya ingin memakai sandal yang bergambar karakter tertentu, atau bahkan sama sekali tidak ingin menggosok giginya karena pasta giginya tidak bergambar karakter favoritnya. Namun ingatlah, wajah mereka yang menggemaskan saat tertidur akan membuat anda lupa baru saja kesal dengan ulah anak anda :)

  • Mungkin terbata-bata dalam berbicara.

  • Mulai ingin mengkontrol lingkungan di sekitarnya seperti merencanakan aktivitas, melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, dan mulai melakukan hal-hal yang menantang.

  • Mulai merasa takut atau phobia terhadap hal tertentu.

  • Mulai memiliki imaginary friends.

  • Masih belum memahami caranya berbagi dan akan sering mengklaim kepemilikannya. “Itu punya aku!”

  • Cemburu saat orang tua nya memberi perhatian kepada anak lain.

 

Dukungan yang diperlukan:

  • Mohon dicatat ya untuk orang tua, “Tidak akan selamanya seperti ini”. Mulai sekarang pasang catatan ini di kaca rias anda karena anda akan melihat hal-hal ini setiap hari pada tahap usia ini.

  • Buatlah mereka tahu saat mereka melakukan sesuatu dengan baik. Mereka ingin anda tahu kalau kita senang saat mereka melakukan hal yang baik.

  • Bersikap bijak saat mereka melakukan kesalahan. Ingatlah, anak anda ingin mencoba melakukan hal yang benar, jadi jangan terlalu berlebihan bersikap kepadanya saat mereka melakukan kesalahan, mereka masih menerka-nerka dan masih berusaha mempelajari hal-hal yang mereka lakukan. Perlakukan kesalahan sebagai kesempatan untuk mengajarkan mereka sesuatu yang berguna atau lebih baik.

  • Jangan berikan terlalu banyak peraturan, cukup konsisten terhadap apa yang sudah ada. Terlalu banyak aturan dan konsekuensi hanya akan membuat mereka bingung.

  • Gunakan 'tidak' dengan bijak dan lembut. Anda ingin mendorong mereka untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan dunianya dan tempat mereka di dalamnya. Bimbing mereka, namun jangan mengambil inisiatif mereka. Dan tidak memberi mereka banyak alasan sebanyak yang mereka berikan kepada Anda.

  • Beri mereka kebebasan dan ruang untuk bermain, dan dorong eksperimennya dengan permainan yang menggunakan fisik dan imaginatif. Dukung usahanya untuk bermain sehingga mereka dapat merasa memberikan pengaruh terhadap lingkungannya.

  • Dorong mereka untuk mengambil keputusan namun batasi pilihannya (“Kamu mau pilih baju dulu atau mau mandi dulu?”, “Kamu mau memakai baju merah atau kemeja kuning hari ini?“, “Kamu lebih suka jagung atau alpukat untuk makan malam nanti?”. Dan kemudian, mungkin ketika mereka lebih besar, “Kamu lebih suka membuatkan ayah minum teh atau kopi?” :)

  • Jangan merasa bersalah saat anda ingin beristirahat atau rehat sejenak terhadap persoalan ini, semua akan lebih mudah saat anda selesai me-recharge diri anda.

  • Lakukan ritual sebelum tidur. Waktu tidur di umur mereka ini dapat sangat melelahkan bagi anda. Maka lakukan ritual dan buatlah senyaman mungkin bagi anda dan anak Anda – bisa dengan membaca cerita/buku, berpelukan, menciumnya, dan memberikannya kata-kata seperti “nighty knight my boy, I love you” atau apapun yang menunjukkan ekspresi cinta anda dengan kalimat yang lucu/unik.

 

Umur 4 Tahun:

  • Mulai bersikap kritis. Beberapa hal termasuk orang-orang akan terlihat salah atau benar, baik atau buruk bagi mereka.

  • Mulai menyadari kekuatan dari ucapannya dan akan kadang menggunakannya untuk mengkontrol orang lain untuk mendapatkan keinginannya. Perintahnya dengan menggunakan kata-kata masih agak sulit, sehingga mereka akan mengganti ucapannya dengan tindakan (memukul, mendorong, menggenggam) atau berupa non-verbal (tonasi, volume, ekspresi wajah, postur).

  • Akan lebih kompetitif.

  • Belum terlalu memahami realita dan terkadang berfantasi. Juga kadang berkata bohong, menceritakan cerita yang dilebih-lebihkan, atau memiliki imaginary friends.

  • Masih mengembangkan perasaannya dan bereksperimen dengan kemandiriannya, sehingga bisa menjadi keras kepala, suka menentang dan bossy.

  • Akan melakukan hal-hal kecil untuk menghindari waktu tidur.

  • Terkadang bermimpi buruk.

  • Mulai memiliki rasa takut akan gelap atau menjadi cemas karena berpisah dengan orang tua atau pengasuhnya.

  • Akan mulai menikmati bermain dengan anak anak lain.

  • Mulai menguji kesabarannya namun akan berusaha menolongmu saat mereka merasa dapat melakukannya.

 

Dukungan yang diperlukan:

  • Saat anda memberikan aturan-aturan, bicarakanlah dengan mereka mengapa aturan tersebut penting. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sedang banyak berpikir bagaimana dunia di sekitar mereka bekerja.

  • Meminta tolonglah untuk hal-hal yang mudah atau dengan cara yang yang tak berbelit2 yang tidak membingungkan mereka

  • Mereka ingin sekali membuat anda bahagia. Buatlah mereka tahu kita senang saat mereka berperilaku baik.

  • Jangan berargumentasi dengan anak berumur 4 tahun, mereka akan melakukan berbagai cara untuk mencari tahu dan jika belum mendapatkan jawaban nya atau kita terdengar berargumen dengannya, mereka akan terus menerus bertanya ‘mengapa?’.

  • Saat mendapati perilaku anak yang kurang baik, tanya apa yang terjadi, jangan tanyakan mengapa mereka melakukan itu. Bertanya seperti “mengapa kamu melakukan itu?” hanya akan membuat mereka berbohong karena tingkat keinginan dan kenyataan bagi anak berumur 4 tahun sangatlah longgar.

  • Saat mereka melakukan kesalahan, berilah konsekuensi yang bijaksana, namun jelaskan mengapa perilaku tersebut salah dan berilah nasehat kalau anak anda bisa melakukannya lebih baik lagi. Mereka perlu paham bahwa kita percaya kepada mereka, dan suatu saat mereka akan paham dan dapat melakukanya dengan benar.

  • Tetap konsisten. Jika anda berpikir aturan tidak harus selalu dijalankan, anak anda akan berpikir bahwa aturan tidak perlu harus selalu diikuti.

  • Dorong lah kemandiriannya, namun selalu diingat jika mereka masih anak-anak. Biarkan mereka tetap menjadi anak kecil saat mereka merasa stress ataupun lelah.

  • Tetap berikan mereka banyak ciuman dan pelukan, walaupun sekarang mereka telah menjadi “anak yang sudah besar”.

 

(bersambung)

Please reload

Follow Us